Screen sablon. Sumber: pexels.com

Pertajam Hasil Sablon Dengan 3 Jenis Cairan Emulsi Sablon

Ulasan kali ini akan membahas cairan emulsi sablon. Cairan ini umumnya digunakan dalam proses penyablonan kaos atau produk garmen lainnya. Cairan emulsi sablon juga biasanya berperan penting dalam proses afdruk produk grafika. Seperti apa cara kerjanya? Dan bagaimana proses afdruk ini berlangsung?

Mengenal Proses Afdruk 

Apa itu proses afdruk? Secara umum, proses afdruk adalah memindahkan gambar pada kertas atau film ke screen. Proses ini melibatkan cairan sensitizer dan emulsion atau cairan emulsi. Proses ini perlu dilakukan sebaik mungkin agar hasilnya maksimal dan sesuai dengan keinginan pembuat.

Proses afdruk. Sumber: pexels.com
Proses afdruk. Sumber: pexels.com

Umumnya proses afdruk lebih sering dihubungkan dengan fotografi. Namun proses ini juga digunakan dalam membuat sablon kaos dan produk garmen lainnya. Sablon membutuhkan produk afdruk terbaik untuk hasil cetakan terbaik. Tidak hanya itu, proses afdruk juga harus dilakukan dengan tepat. Sehingga hasilnya maksimal.

Mengenal Cairan Emulsi Sablon

Apa itu cairan emulsi sablon? Secara harfiah, emulsi artinya campuran. Cairan emulsi sablon adalah campuran bahan-bahan kimia yang diformulasikan khusus untuk bereaksi pada cahaya Ultra Violet (UV). Cairan ini akan menjadi kering dan peka terhadap cahaya saat Anda aplikasikan pada screen.

Screen yang sudah terlapisi cairan ini akan mengeras saat terpapar sinar UV. Sementara itu, bagian lain yang tertutupi desain tidak akan terkena cahaya. Maka akan tetap lunak. Sehingga bisa Anda cuci dengan air. Proses ini yang membuat desain Anda tercetak pada screen dan siap untuk Anda lanjutkan dengan sablon.

Kegunaan Cairan Emulsi Sablon

Utamanya, kegunaan cairan emulsi sablon adalah untuk membuat stensil pada screen. Apa itu stensil? Stensil artinya desain atau pola yang membuat tinta mengaliri bagian tertentu saja dari screen. Tinta hanya akan melewati bagian-bagian yang tidak dilapisi emulsi saat Anda mengaplikasikannya pada layar. 

Detail desain Anda juga akan dipengaruhi oleh cairan emulsi sablon. Cairan emulsi dengan kualitas baik akan membuat detail-detail seperti titik-titik kecil atau garis halus tercetak dengan sempurna. Cairan emulsi akan membuat bentukan stensil cukup kuat dan mampu bertahan selama menjalani proses pencetakan.

Jenis-Jenis Cairan Emulsi Sablon

Berdasarkan keterangan di atas, dapat disimpulkan bahwa cairan emulsi sablon berperan penting dalam proses afdruk. Sekarang, banyak jenis cairan emulsi sablon yang beredar di pasaran. Perlu Anda ingat bahwa cairan emulsi sablon menentukan kualitas cetakan Anda. Yuk, simak beberapa jenis cairan emulsi sablon!

1. Emulsi Fotopolimer

Emulsi fotopolimer cocok untuk proses sablon yang cepat dan membutuhkan detil yang tinggi. Emulsi fotopolimer memang diciptakan untuk bereaksi cepat pada paparan cahaya UV. Waktu eksposurnya akan menjadi jauh lebih singkat. Sehingga cocok untuk desain yang cenderung rumit dan tingkat presisi tinggi.

Emulsi fotopolimer cocok untuk desain kaos rumit. Sumber: pexels.com
Emulsi fotopolimer cocok untuk desain kaos rumit. Sumber: pexels.com

Cairan emulsi fotopolimer juga cenderung lebih praktis. Mengapa? Sebab Anda tidak perlu melakukan pencampuran sebelum menggunakan cairan emulsi ini. Di samping itu, cairan emulsi foto polimer juga bisa bertahan lebih lama karena masa simpannya cukup panjang. Emulsi ini juga tahan terhadap tinta jenis lain, loh.

Ada kelebihan, tentu saja ada kekurangan. Cairan emulsi fotopolimer  memiliki harga yang cenderung lebih mahal. Selain itu Anda perlu sangat berhati-hati dalam penggunaan cairan emulsi fotopolimer. Pastikan cairan ini tidak terpapar cahaya sebelum proses eksposur. Sebab emulsi ini sangat sensitif terhadap cahaya.

2. Emulsi Diazo

Jenis cairan emulsi kedua adalah cairan emulsi diazo. Emulsi diazo cukup populer dan beginner friendly alias ramah pemula. Bagi Anda yang baru belajar sablon, emulsi diazol menjadi pilihan yang tepat karena harganya relatif terjangkau. Selain itu, cairan emulsi diazo juga cukup mudah untuk diaplikasikan.

Biasanya, emulsi diazo memiliki dua komponen, yaitu  larutan emulsi dan bubuk diazo. Untuk menggunakannya, Anda perlu mencampurkan kedua komponen itu dengan proses yang sederhana. Emulsi diazo juga populer karena penggunaannya fleksibel dan untuk berbagai jenis tinta, termasuk berbasis plastisol dan air.

Sayangnya, emulsi diazo memiliki tingkat eksposur yang rendah. Butuh waktu yang lebih lama untuk emulsi ini bisa tereksposur. Maka, Anda perlu bersabar untuk proses sablon dengan emulsi diazo. Selain itu, diazo cenderung lebih sensitif terhadap kelembaban dan suhu. Sehingga penanganannya lebih hati-hati.

3. Emulsi Hibrid

Jika Anda ingin mendapatkan kebaikan dari cairan emulsi fotopolimer dan emulsi diazo, pilihlah cairan emulsi hibrid. Fleksibel seperti emulsi diazo dan cepat juga detail seperti cairan emulsi fotopolimer. Begitulah cairan emulsi hibrid. Cocok untuk Anda yang akan mengerjakan proyek sablon massal atau dalam jumlah besar.

Selain fleksibel dan cepat dalam proses, kelebihan lain dari cairan emulsi hibrid adalah daya tahan yang cenderung  lebih baik dan lebih lama. Anda bisa menggunakan cairan emulsi hybrid untuk banyak cetakan tanpa perlu menggantinya. Maka cairan emulsi hibrid adalah solusi untuk proyek sablon massal.

Namun demikian, cairan emulsi hibrid memiliki harga yang cukup tinggi. Rentang harganya ada di antara harga emulsi diazo yang cenderung terjangkau dan emulsi fotopolimer yang mahal. Selain itu, Anda perlu mencampurkan semua komponen dalam emulsi hibrid dengan sempurna agar hasilnya baik dan sesuai keinginan.

Cara Mengaplikasikan Cairan Emulsi pada Screen

Screen sablon. Sumber: pexels.com
Screen sablon. Sumber: pexels.com

Proses ini cukup penting agar hasil sablon Anda baik. Anda perlu teliti dan memperhatikan detail. Pertama, Anda perlu membersihkan screen dari minyak dan kotoran. Gunakan cairan pembersih atau sabun khusus dalam proses ini. Lalu bilas dan biarkan hingga kering sebelum lanjut ke tahap berikutnya.

Selanjutnya lakukan coating atau aplikasi emulsi menggunakan scoop coater. Gunakan sarung tangan dan masker agar proses ini  aman. Lakukan dalam dua lapis. Kemudian keringkan di tempat yang bebas debu dan gelap dalam posisi horizontal. Gunakan dehumidifier atau kipas angin agar proses lebih cepat.

Demikian sedikit ulasan mengenai proses afdruk dan kegunaan emulsi pada proses sablon. Pilihlah cairan emulsi sablon yang tepat untuk mendapatkan hasil sablon terbaik sesuai dengan keinginan dan kebutuhan industri Anda. Lakukan dengan teliti agar hasil sablonnya bagus sebagaimana yang sudah diterapkan oleh sablon kaos Makassar.

Similar Posts