6 Tips Mengelola Stok Produk Minyak Atsiri bagi Pelaku Usaha
Mengelola sebuah bisnis bukanlah hanya sekedar menjual produk sebanyak-banyaknya demi mendapatkan keuntungan berlimpah saja. Ada beberapa proses dan pekerjaan yang harus dilakukan terlebih dahulu sebelum produk itu terjual. Mulai dari proses produksi, pengemasan, sampai mengelola stok produk di tempat penyimpanan.
Lalu sering muncul pertanyaan, mengapa manajemen stok produk harus dilakukan dengan baik? Mudahnya, menyimpan stok produk dengan baik akan menjamin produk tidak mudah rusak, terlebih produk yang bentuknya cair seperti minyak atsiri atau minyak-minyak lainnya.
Nah, untuk Anda yang juga tertarik untuk berkecimpung dalam bisnis semacam ini, berikut beberapa tips mengelola stok produk minyak atsiri yang perlu dilakukan.
Tips Mengelola Stok Produk, Penting agar Produk Tak Cepat Rusak
Belakangan ini, trend bisnis minyak atsiri bisa dikatakan cukup meningkat. Hal ini beriringan dengan kesadaran masyarakat akan kegunaan minyak atsiri yang cukup beragam. Meski begitu, bukan berarti risiko bisnis minyak atsiri ini sama sekali tidak ada ya. Seperti bisnis lainnya, bisnis ini juga memiliki kelebihan dan kekurangannya.
Salah satu risiko dari bisnis ini adalah penyimpanan dan pengelolaan produknya yang harus dilakukan dengan tepat. Jika tidak, bukan tidak mungkin minyak ini akan bocor, tumpah atau terjadi kerusakan lainnya. Langsung saja, berikut beberapa tips mengelola stok produk minyak atsiri yang bisa dilakukan.
1. Memberi Kode pada Produk

Pernahkah Anda mendengar tentang SKU? Singkatan dari stock keeping unit ini merupakan kode yang sengaja dibuat untuk memudahkan proses pelacakan dan identifikasi produk. Kode yang digunakan sendiri biasanya gabungan antara huruf dan angka.
Selain membuat SKU, ada cara lain yang juga kini banyak digunakan, yakni dengan menggunakan barcode. Penggunaan kode ini muncul seiring dengan maraknya sistem digitalisasi bisnis. Cara ini dianggap jauh lebih efektif karena hanya tinggal menggunakan scanner untuk membaca barcode saja.
2. Mengelompokkan Stok Produk
Tips mengelola stok produk minyak atsiri selanjutnya adalah mengelompokkan stok tadi sesuai dengan jenisnya. Anda bisa mengelompokkannya sesuai ukuran, jenis kemasan, tanggal produksi atau pengemasan, dan lain sebagainya. Anda sebagai pengelola bisnis lah yang lebih memahami kategori mana yang paling cocok.
Selain memudahkan ketika akan menata produk, mencari produk dan mengeluarkan produk, hal ini juga membantu pemilik bisnis atau penjaga tempat penyimpanan untuk memaksimalkan penggunaan rak gudang dengan lebih efisien.
3. Menghitung Waktu Restock Produk
Hal lain yang juga perlu dilakukan oleh pemilik bisnis sekaligus staf yang bertanggung jawab dengan produk di gudang adalah menghitung waktu yang tepat untuk restock. Selain tidak perlu melakukannya terlalu cepat, Anda juga tidak boleh terlalu lambat dalam meminta restock agar tidak ada transaksi yang harus tertunda.
Biasanya, setiap pebisnis memiliki hitungannya masing-masing. Ada yang menggunakan sistem setengah out dan setengah lagi in, dan lain sebagainya. Seiring dengan berjalannya waktu, biasanya Anda akan mendapatkan perhitungan waktu yang tepat dengan menganalisis masuk keluarnya stok produk setiap harinya.
4. Menggunakan Aplikasi Sistem Inventory

Jika memang bisnis sudah berjalan dengan lancar dan keluar masuk stok di tempat penyimpanan cukup tinggi, tidak ada salahnya untuk menggunakan software atau aplikasi sistem inventory. Sekali lagi, tips mengelola stok produk satu ini bertujuan untuk mempermudah pekerjaan Anda dalam mengelola produk tersebut.
Biasanya, aplikasi seperti ini dipakai untuk mencatat setiap produk yang keluar, masuk, atau yang memiliki kondisi khusus seperti terjadi kerusakan. Dengan cara ini pula, Anda bisa mendapatkan alternatif yang lebih praktis dibandingkan harus melakukan pembukuan secara manual. Tak hanya itu saja, aplikasi atau software ini juga biasanya tidaklah terlalu mahal.
5. Menghitung Stok Opname
Jika pada poin sebelumnya disarankan untuk menggunakan aplikasi inventory, maka bukan berarti Anda serta merta tidak perlu mengecek stok opname secara langsung ya. Buatlah jadwal misalnya setiap satu bulan sekali untuk mengecek dan menghitung stok fisik secara langsung di tempat penyimpanan.
Tips mengelola stok produk satu ini perlu dilakukan untuk memastikan setiap kondisi dan kuantitas produk benar-benar sama dengan apa yang tercatat di atas kertas atau aplikasi. Cara ini juga membuat Anda lebih teliti untuk mengecek seluruh keadaan gudang, termasuk box penyimpanan, rak dan lain sebagainya.
6. Tetap Mengelola Stok Barang Restan

Pernahkah Anda mendengar tentang stok barang restan? Simpelnya, stok restan ini merupakan stok produk yang rendah penjualannya sehingga menumpuk di gudang. Namun, karena barang sudah terlanjur diproduksi dan masuk ke gudang, maka Anda harus tetap mengelola dan mencari cara untuk bisa mengeluarkannya dari gudang.
Contohnya, Anda bisa menjadikan barang tersebut sebagai bonus pada setiap pembelian produk lain, dan lain sebagainya. Yang pasti, sebagai pebisnis Anda harus bisa mencari cara agar bisa menghindari kerugian atau setidaknya menekannya ke angka yang paling minimal.
Nah, itulah beberapa tips untuk mengelola stok produk minyak atsiri, ataupun produk lainnya. Yang perlu diingat, mengelola stok terlebih dalam jumlah yang besar di dalam gudang bukanlah pekerjaan yang mudah. Dibutuhkan ketelitian, kreativitas, dan kecerdikan dalam mengelolanya, sehingga keluar masuknya produk bisa mendatangkan keuntungan.
Itulah mengapa staf yang bertanggung jawab menjaga sekaligus mengelola gudang biasanya lebih dari dua orang. Semakin besar skala penyimpanannya, maka akan semakin banyak pula penanggung jawab yang dibutuhkan. Semoga bermanfaat.
